Warga Miskin di Lebak tak Mampu Beli Sembako

Lebak-RoL– Menjelang puasa Ramadhan warga miskin di Kabupaten Lebak sebagian besar tak mampu membeli kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) akibat melonjaknya harga komoditi tersebut.

“Bulan puasa tahun ini saya makan seadanya karena tak mampu membeli sembako, terlebih sekarang harga-harga melambung tinggi,” kata Sayuti (45) seorang warga Cipendeuy, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu. Namun demikian, ia masih beruntung karena beras hasil panen tiga bulan lalu kini masih ada stok untuk kebutuhan sebulan.

Sayuti berprofesi sebagai penggembala kerbau juga terkadang buruh tani mengaku bingung selama puasa hingga lebaran Idulfitri 1428 Hijriyah karena tidak memiliki pendapatan tetap. Bahkan, kata dia, dari lima anak dinyatakan petugas medis dua diantaranya menderita gizi buruk.

“Anak saya bernama Saeni 18 bulan berat badannya 8 Kg, sedangkan Mumu 3 tahun 8,6 Kg. Keduanya itu kini kondisinya menurun akibat jarang dikasih makan bergizi,” katanya. Anda (35), seorang warga Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, mengatakan, hingga kini ia belum membeli kebutuhan sembako menjelang awal puasa sehubungan menganggur setelah terserang penyakit tuberkulosis dua tahun lalu.

“Saya bersama keluarga sudah hal biasa jika tidak makan nasi karena tak punya uang itu,” kata Anda sambil mengutarakan dikarunia empat anak. Kesulitan ekonomi ini, ia berharap adanya para deramawam maupun pemerintah dapat memberikan bantuan sembako sehingga warga miskin bisa menikmati selama puasa ini.

Berdasarkan data Dinas Keluarga Berencana dan Kependudukan,Kabupaten Lebak jumlah angka kemiskinan tercatat sebanyak 156 ribu dari 270 ribu Kepala Keluarga (KK). Penyebab tingginya kemiskinan tersebut akibat rendahnya sumber daya manusia (SDM) yang berdampak terhadap Indeks Prestasi Manusia (IPM) itu.

“Saya khawatir keluarga miskin mengalami penurunan gizi terlebih bulan puasa ini akibat kenaikan harga kebutuhan sembako. Karena itu, saya minta agar segera dilakukan pasar murah atau operasi pasar (OP) dan penyaluran raskin,” kata Kepala Dinas Keluarga Berencana dan Kependudukan, Kabupaten Lebak H Mulyana. antara/mim

Sumber : http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=306711&kat_id=23

Ditulis dalam Sosial Budaya. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Warga Miskin di Lebak tak Mampu Beli Sembako”

  1. igun Says:

    Ya Allah…
    Sampai kapan negeri ini akan terus terjajah. Belum cukupkah 350 tahun ditindas oleh belanda, jepang, inggris. Sekarang penjajah rakyat negeri ini adalah para elit politik yang bernyanyi lagu “kepentingan rakyat” di kala pemilu, tetapi setelah berkuasa mereka menjadi perampas, perampok, penindas, pembongkar, dan penggusur. Para elit negeri ini tidak lain hanyalah bajingan-bajingan berdasi, orang terdidik yang licik, maling-maling berdasi.
    Rakyat menderita kelaparan, sementara mereka asyik menaikkan harga-harga BBM, Sembako, dan lain sebagainya.
    Ya Allah… hancurkanlah kekuasaan mereka dengan musibah dan bencana dalam diri dan keluarga para penguasa biadab yang merampas hak-hak rakyat yang merdeka ini….
    Amiiin ya rabbal alamiin….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: